Kata "Pacaran'' itu sdh laziim didengar sama anak-anak remaja/muda..
Pacaran bagi anak'' remaja tanda mereka sudah mengalami yang namanya pubertas,,
sudah mulai mengenal lawan jenisnya,,
ituu adalah hal yang wajar bagi ank remaja/muda.
nah sekarang kita baca sama'' berbagai pendapat dari kalangan anak'' remaja/muda :) leetss GO
@Crisman Parro >> "Pacaran itu mengenal orang lebih dalam, kalau sdh merasa cocok dengan si doi, bisa jadi si doi adalah pasangan hiduupnya kelaak."
@Adriani Mada >> " Pacaran itu saling mengenal lebih jauh, separuh hidup separuh hidup si doi jugaa = NOAH Band "
@Stefanny Renata >> " Pacaran itu suatu tindakan, supaya ada yang perhatiin, sayang, Cinta, Gombalin, marah-marahin, peluk-peluk, dan kangen-kangenan"
@Mahyudin Udeks >> " Pacaran itu diartikan sebagai saling membutuhkan satu sama lain ''
@Dwiyanty >> " Pacaran itu sebagai penyemaat dalam segala sesuatu,apalagi di dunia perkuliahan”
@bos Henry fersal >> “ Pacaran itu saat seseorang menjalani sebuah hubungan untuk menemukan orang yang penting dan peduli sama si doi “
@Lily Cute >> " Pacaran itu masa dimana kita mengadakan pengenalan lebih dalam tentang pasangan, pacaran itu kita mencari kecocokan, kalo memang ada perasaan cocok yaa lanjut tapii kalau tidak yaa jangan dipaksakan,masa dimana kita belajar mengenali bagaimana karakternya pasangan kita, bagaimana keadaanny, bagaimana pengalaman-pengalaman sebelumnya sebelum dia mengenal kita, bagaiman lingkungan sebelumnya, dan bagaimana hubungannya dengan keluarganya, karena semuanya itu pasti ada hubungannya dengan pembangunan karakternya"
@Abdul Rahman >> “ Pacaran itu dongeng antara dua orang yang saling CINTA, yang berusaha mewujudkan tujuan dalam dunia nyata “
@Jufri Sarif >> “ Pacaran itu suatu tindakan dari dua insan yang saling mencintai baik secara fisik maupun nonfisik, pacaran juga bisa diartikan sebagai curahan hati “
@Nurhayat >> “ Pacaran itu saling mengisi satu sama lainnya “
@Uchy >> " Pacaran itu orang yang lebih dari teman, yang setia jadi pasangan curhat"
@Desty pacet >> “ Pacaran itu suatu proses pembelajaran untuk mengenal karakter orang yang disayang, sekalian melatih kesabaran + kedewasaan diri dalam menjalani segala macam masalah bersama-sama “
@Reski Alami >> “ Pacaran adlah sebuah ikatan agar orang yang disayang bisa dimiliki untuk sementara atau untuk selamanya ‘’
pendapat-pendapat diatas bisa dijadikan sebagai acuan dalam menjalani yang namanya hubungan "Pacaran''.
Nah,sekarang yang harus kita ketahui tentang "pacaran itu apa" adalah
Pada
intinya pacaran berarti menggabungkan dua orang dalam satu hubungan,
dengan kata lain dalam pacaran ada 2 orang yang berperan aktif yaitu si
cowok dan si cewek. Walaupun belum menjurus ke arah hubungan yang
serius, pacaran tetap saja melibatkan 2 orang dan 2 orang ini haruslah
tahu peran dan posisi masing-masing.
Jadi
pacaran bukan berarti punya seseorang untuk nemenin kamu jalan-jalan ke
Mall, jemput kamu, antar kamu ke salon atau jadi ajang pamer ke
temen-temen satu kelompok. Siap pacaran, berarti siap membagi keseharian
kamu, siap untuk berempati terhadap perasaan pasangan kamu, dan siap
untuk mengerti dia sebagai seorang pribadi, bukan sekedar pajangan yang
bisa dipamerin atau jadi ‘sopir dan body guard’ kamu.
soo,,jalanilah hubungan mu dengan si dia dengan baik dan benar...^_^
kereen
BalasHapusIjinkan saya menceritakan satu kisah, dan dari kisah ini mungkin anda mendapat "modal awal" untuk mendefinisikan kembali arti dari "pacaran" yang ingin anda jalani.
HapusSeorang pria dan wanita berkenalan, memulai semuanya dari hubungan pertemanan biasa, bersama-sama dengan orang-orang lainnya. Mereka terlibat dalam suatu komunitas yang sehat, yang memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi dan saling mengenal sudut pandang dan karakter masing-masing secara umum dalam kondisi yang wajar. Kemudian salah satunya mungkin menyadari bahwa dia mulai menyukai yang lain... tapi dia tidak terburu-buru melakukan pendekatan secara eksklusif, dia hanya mulai bercakap-cakap lebih banyak untuk mengenal si dia lebih lagi, tapi masih dalam batas pertemanan atau persahabatan yang wajar. Tidak lupa, dia juga mulai melibatkan Tuhan sejak awal. Waktu terus berjalan, dan setelah mereka terus berinteraksi (baik secara berdua maupun dengan lingkungan pergaulan masing-masing), mereka menemukan bahwa ternyata mereka saling melengkapi (dan saling menyukai tentunya) dan mereka akhirnya memutuskan untuk "pacaran", setelah mereka saling mengetahui prinsip hidup masing-masing, karakter, dan hal-hal esensi lain yang dibutuhkan untuk mempertimbangkan apakah seseorang ini akan menjadi pasangan yang tepat yang ingin mereka nikahi kelak.
Tentunya dalam kenyataan yang terjadi tidak sesederhana itu, karena memang kisah setiap orang berbeda-beda. Namun dengan konsep "pacaran" seperti itu, setidaknya kemungkinan untuk jadian-bubar atau putus-sambung bisa lebih diminimalisir, karena tujuannya bukan coba-coba, tapi masa "pacaran" dipandang sebagai masa untuk mengenal lebih dalam calon suami atau calon istri. Karena masa perkenalan dan juga pertimbangan untuk berkomitmen serius itu dilakukan sebelum "pacaran", maka dengan begitu keputusan yang diambil pun serius dan sudah dipertimbangkan cukup matang. Berbeda dengan konsep asal suka sama suka dan kenal hanya "kulit luar"nya saja lalu cepat-cepat memutuskan untuk "pacaran". Konsep yang terakhir inilah yang sering digembar-gemborkan oleh media, yang akhirnya juga membuat banyak dari kita terpengaruh. Kalau kita melihat ada seorang pria dan wanita yang sedang "dekat", kita langsung mengajukan pertanyaan menggoda, "Kapan nih jadiannya?" atau "Udah... jadian aja... tunggu apalagi sih?" Sehingga terkesan bahwa "pacaran" itu adalah sesuatu yang remeh, yang bisa diputuskan begitu saja kalau ternyata tidak sesuai dengan keinginan atau harapan sebelumnya. Bahkan parahnya, pernikahan sekarang ini juga banyak dipandang sama seperti "pacaran", terbukti dengan maraknya kasus perceraian di media... Inikah jenis relationship yang sebenarnya kita inginkan?
Dalam hubungan khusus antara seorang pria dan wanita, tentunya ada perasaan yang terlibat, tepatnya hati kita ikut terlibat. Jika sebuah hubungan yang sudah dijalin itu diputuskan, pasti ada sebagian hati kita yang terluka. Adalah tanggung jawab kita sendiri untuk menjaga hati kita, karena hati kita memotivasi setiap tindakan yang kita lakukan. Itulah sebabnya dikatakan dalam Amsal 4:23: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
Hanya satu yang perlu diingat, bahwa ada konsekuensi dalam setiap pilihan yang kita buat. Dalam sebuah relationship, keputusan yang diambil akan mempengaruhi bukan saja diri anda sendiri, tapi juga orang lain yang terlibat dalam hubungan tersebut. Karena itu, sangatlah penting untuk bersikap bijaksana dalam hubungan yang menyangkut hati ini.